DINAS PERINDUSTRIAN KAB. TAPIN MEMBUKA PELATIHAN SASIRANGAN DENGAN MEMANFAATKAN PEWARNA ALAM
RANTAU,- Ketua TP PKK Hj Faridah Yamani yang diwakili Ketua
II Bidang Pendidikan Dan Peningkatan Ekonomi Keluarga Hj Mashuriyah Sufiansyah
membuka secara resmi pelatihan pembuatan kain sasirangan dengan pewarna alam
yang dilaksanakan oleh dinas Perindustrian Kab. Tapin melalui Bidang Industri
Logam Dan Aneka. Bertempat di Aula Disnaker Tapin, Selasa (17/06/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Riduan narasumber dari Sasirangan Duan-Duan
Banjarmasin, Kepala Dinas Perindustrian H Yustan Azidin ST.MT, TP PKK
Tapin, Kepala Bidang Industri Logam Dan Aneka Hj Henny Herlena,S.PD.MA
serta seluruh peserta pelatihan.
Dalam sambutannya Hj Mashuriyah menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada
Dinas Perindustrian Kab. Tapin atas terlaksananya pelatihan sasirangan pewarna
alam dan berharap kegiatan ini dapat diikuti oleh peserta secara optimal.
Kegiatan pelatihan sasirangan ini dilaksanakan selama tiga hari dari
tanggal 17 s/d 19 juni 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Diharapkan
pelatihan ini diikuti dengan sebaik baiknya oleh seluruh peserta.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman dan kemampuan kita
terkait cara berkreasi pembuatan sasirangan,” ujarnya.
Ditambahkan Hj Mashuriyah, pelatihan dasar sasirangan ini dapat memberikan
suatu manfaat yang lebih baik, selain menambah wawasan juga bisa dimanfaatkan
untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga.
Semakin ibu-ibu kreatif, punya inovasi terhadap karyanya tanpa menghilangkan
unsur kearifan lokal, maka akan mendapatkan nilai yang baik juga, semakin
karyanya baik semakin tinggi nilainya.
Sementara itu Kepala dinas perindustrian H Yustan Azidin mengatakan, tujuan
dilaksanakannya pelatihan untuk memperkenalkan kepada pengrajin sasirangan
tentang pewarnaan alam agar peserta bisa mendapatkan ilmu bagaimana cara
menggunakan pewarnaan alam.
“Melalui pewarnaan alam ini kita secara langsung dapat memelihara lingkungan
sekitar mereka berusaha,” ujarnya.
Selain melestarikan budaya lokal dan mengurangi dampak negatuf
terhadap lingkungan, penggunaan pewarna alami ini diharapkan mampu menciptakan
produk tekstil yang ramah lingkungan, aman bagi kesehatan, serta menghasilkan
warna yang unik dan tahan lama.
Ditambahkan Yustan Azidin, saat ini hanya baru ada 1
pengrajin sasirangan yang menggunakan pewarnaan alam, karena itu kita berharap
semua peserta bisa memahami dan dapat menerapkan pewarnaan alam dalam membuat
kain sasirangan.
Sementara itu Riduan selaku narasumber mengatakan bahwa adanya pewarnaan alam
ini sebagai ungkapan terima kasih kita kepada bumi. Dimana dengan menggunakan
pewarnaan alam lingkungan menjadi lebih bersih karena bahan – bahan yang
digunakan merupakan bahan alami sehingga tidak terjadi pencemaran
disekitar dilingkungan usaha.