DINAS PERINDUSTRIAN KAB. TAPIN MELAKUKAN PELATIHAN KEPADA WARGA TENTANG BAGAIMANA MEMPRODUKSI SASIRANGAN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI
Rantau,- Dinas Perindustrian Kab. Tapin melatih sejumlah warga untuk memproduksi kain
khas Banjar, yaitu kain Sasirangan pada hari Rabu, (18/06/2025)
Sasirangan merupakan kain tradisional yang
berasal dari Kalimantan Selatan yang telah ditetapkan
oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari 33 kain
tradisional warisan budaya tak benda yang ada di Indonesia.
Kain Sasirangan berasal dari Bahasa Banjar, yaitu dari kata “Sirang” yang mempunyai arti menjelujur atau menjahit dengan Teknik tusuk tangan. Cara pembuatan kain sasirangan ini yaitu dengan menggunakan Teknik jelulur yaitu benang digunakan untuk merintang bagian kain yang tidak ingin terkena warna dan kemudian dilanjutkan dengan pencelupan kain ke dalam pewarna.
Ada berbagai
macam motif pada kain sasirangan, setiap motifnya memiliki makna dan filosofinya
tersendiri. Selain sebagai simbol identitas suku Banjar, kain sasirangan juga
sering digunakan sebagai pakaian sehari-hari, hiasan rumah, dan lainnya.
Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin Yustan Azidin mengatakan pelatihan tersebut penting untuk memperkaya kreativitas pelaku usaha kecil serta mendorong produksi tekstil yang aman dan ramah lingkungan serta berdaya saing.
Selama
pelatihan, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin Yustan Azidin juga turut
serta melakukan penggambaran pola dan mewarnai
kain dengan menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan.
peserta
dikenalkan berbagai teknik pewarnaan alami menggunakan bahan, seperti daun
mangga, kulit kayu, hingga kunyit, yang dapat menghasilkan gradasi warna khas
tanpa bahan kimia.
Yustan
berharap keterampilan ini mampu membuka peluang usaha baru bagi peserta,
sekaligus memperkuat posisi Kain Sasirangan Tapin sebagai produk budaya
unggulan yang bernilai ekonomi dan berwawasan lingkungan.